Pelestarian Tradisi Cangget Lampung Pepadun melalui Edukasi Digital Berbasis Komunitas di Pubian Telu Suku

Main Article Content

Keysha Aurelleya
Daniela Sixfe Valensa
Helena Chrita Hera Ariella Chrita Hera Ariella
Surati Maya Panita
Yosafa Luluk

Abstract

Penelitian ini mengkaji tradisi Cangget masyarakat Lampung Pepadun di Pubian Telu Suku, Lampung Tengah, sebagai warisan budaya takbenda yang dilestarikan melalui dokumentasi dan edukasi digital berbasis komunitas. Melalui pendekatan kualitatif berupa observasi partisipatif,  wawancara mendalam dengan satu informan kunci tokoh adat yang dipilih secara purposive, dan analisis respons audiens selama empat minggu pada April 2026, penelitian ini mengacu pada kerangka Konvensi UNESCO tentang pelestarian warisan budaya takbenda serta perspektif pendidikan warisan budaya dan pelestarian budaya berbasis komunitas. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber yang menggabungkan data lapangan, observasi, dan survei digital. Temuan menunjukkan bahwa Cangget merupakan sistem ritual komunal yang kompleks mencakup lima jenis dan prosesi terstruktur dari ngililer hingga tari pemunggom, yang terjaga berkat otoritas tokoh adat selama lebih dari 500 tahun. Video edukatif yang diproduksi bersama mahasiswa dan  masyarakat didistribusikan melalui TikTok dan Instagram Reels serta menjangkau penonton dari Australia, Taiwan,  jerman, Jepang, Amerika Serikat, Malaysia, dan Turki. Survei terhadap 48 responden mengonfirmasi bahwa 76,1% menyatakan tertarik mengenal lebih jauh budaya Lampung, 91,7% memahami Cangget ditampilkan di berbagai acara penting, dan 95,7% menilai video edukasi digital budaya penting atau sangat penting. Penelitian menyimpulkan bahwa dokumentasi dan edukasi digital berbasis komunitas merupakan strategi efektif untuk mewariskan Cangget sebagai warisan budaya takbenda, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dan masyarakat lokal sebagai mitra pelestarian. 

Article Details

Section
Artikel