Pengaruh Kerja Sama Pertahanan Bilateral Indonesia-Singapura Dalam Menghadapi Ancaman Perompakan di Selat Malaka Periode 2017—2025

Main Article Content

Agus Rismawan
Tety Rachmawati
Fahmi Tarumanegara

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh kerja sama pertahanan bilateral Indonesia-Singapura dalam menghadapi ancaman perompakan di Selat Malaka pada periode 2017–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik analisis regresi linier berganda, penelitian mengukur enam indikator kerja sama pertahanan, patroli gabungan, latihan militer bersama, pertemuan intelijen, koordinasi kebijakan, pendidikan dan pelatihan militer, serta penelitian dan pengembangan terhadap insiden perompakan di Straits of Malacca and Singapore (SOMS). Uji ANOVA menghasilkan menghasilkan F = 51,273 (p < 0,001), mengonfirmasi validitas model secara statistik. Secara parsial, tiga variabel berpengaruh signifikan terhadap skala total korban: pertemuan intelijen (β = 0,461; p < 0,001), patroli gabungan (β = 0,353; p < 0,001), dan latihan militer bersama (β = 0,171; p = 0,008). Meskipun intensitas kerja sama meningkat secara konsisten mencapai total 1.142 kegiatan sepanjang periode penelitian, insiden perompakan justru meningkat dari 33 insiden (2017) menjadi 495 insiden (2025). Arah koefisien positif mencerminkan kausalitas reaktif, efek kapasitas laporan, dan lag temporal deterrence. Hasil temuan ini menunjukkan bahwa kerja sama pertahanan tidak berpengaruh pada ancaman perompak di Selat Malaka. Variabel koordinasi operasional berbasis intelijen lebih berpengaruh terhadap keamanan maritim dibandingkan dengan intensitas kehadiran fisik di laut.   

Article Details

Section
Artikel