PEMETAAN DAERAH RAWAN KONFLIK GAJAH DAN MANUSIA MENGGUNAKAN ECOLOGICAL NICHE MODELLING DI DESA RANTAU JAYA UDIK 2, SUKADANA, LAMPUNG TIMUR

Penulis

  • Imam Mahesa Universitas Lampung Author
  • Hadi Naufal Institut Teknologi Sumatera Author
  • Nadia Cahya Fahrani Institut Teknologi Sumatera Author
  • Annisa Fajarningrum Handoko UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Author

Kata Kunci:

konflik gajah, ecological niche modeling, machine learning, Lampung Timur, mitigasi konflik

Abstrak

Konflik manusia-gajah (Human-Elephant Conflict/HEC) merupakan permasalahan serius di Provinsi Lampung, khususnya di wilayah perbatasan kawasan konservasi dengan pemukiman masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah rawan konflik gajah di Desa Rantau Jaya Udik 2, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur menggunakan pendekatan ecological niche modeling dengan algoritma machine learning. Data yang digunakan meliputi 21 titik kejadian konflik gajah yang dianalisis berdasarkan empat faktor utama: jarak dari jalan, jarak dari sungai, jarak dari pemukiman, dan tutupan lahan. Pemodelan dilakukan menggunakan lima algoritma yaitu Random Forest (RF), Support Vector Machine (SVM), Maximum Entropy (MaxEnt), Boosted Regression Trees (BRT), dan Generalized Linear Model (GLM). Hasil ensemble model menggunakan metrik True Skill Statistics (TSS) menghasilkan peta rawan gajah yang diklasifikasikan menjadi tiga kelas risiko: rendah, sedang, dan tinggi menggunakan metode Quantile. Penelitian ini merupakan bagian dari Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bersama Internasional 2 yang diselenggarakan oleh Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat tahun 2025. Hasil pemetaan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan mitigasi konflik dan pengelolaan lanskap yang berkelanjutan.

 

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-15